Pengertian Perpajakan Menurut Para Ahli

SiAmplop.net – Menurut Prof. Dr. Rochmat Sumitro, S.H., adalah sebagai berikut : “pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum dan surplusnya digunakan untuk “public saving” yang merupakan sumber utama untuk membiayai “public investment”.

Menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani yaitu seperti berikut : “pajak yaitu iuran orang-orang pada negara (yang bisa dipaksakan) yang terutang oleh yang harus membayarnya menurut beberapa ketentuan umum (undang-undang) dengan tidak memperoleh prestasi kembali yang segera bisa ditunjuk serta yang fungsinya yaitu untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung pekerjaan negara untuk mengadakan pemerintahan”.

Menurut Ray M. Sommer yaitu seperti berikut : “pajak yaitu pengalihan sumber-sumber dari bidang swasta ke bidang pemerintah, yang harus dikerjakan berdasar pada ketetapan yang sudah diputuskan lebih dulu serta tanpa ada memperoleh imbalan yang segera, hingga daripadanya pemerintah bisa melakukan tugasnya untuk menjangkau maksud ekonomi serta sosial”.

Remsky K. Judisseno yaitu seperti berikut : “Pajak yaitu satu kewjiban kenegaraan serta pengapdiaan peranan aktif warga negara serta anggota orang-orang yang lain untuk membiayai beragam kepentingan negara berbentuk pembangunan nasional yang pengerjaannya ditata dalam Undang-Undang serta beberapa ketentuan untuk maksud kesejahteraan serta negara”.

Menurut Pasal 1 angka 1 UU No 6 Th. 1983 seperti sudah disempurnakan paling akhir dengan UU No. 28 Th. 2007 mengenai Ketetapan umum serta tata langkah perpajakan yaitu “kontribusi harus pada negara yang terutang oleh orang pribadi atau tubuh yang berbentuk memaksa berdasar pada Undang Undang, dengan tidak memperoleh timbal balik dengan segera serta dipakai untuk kepentingan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”